Home Artikel PONDOK PESANTREN DARUNNAJIHIN NW BAGIK NYALA: PESANTREN PENCETAK PARA ASATIZ DAN USTAZAAT....

PONDOK PESANTREN DARUNNAJIHIN NW BAGIK NYALA: PESANTREN PENCETAK PARA ASATIZ DAN USTAZAAT. KARYA ABITUREN GENERASI KEEMPAT MADRASAH NWDI: TGH. TAJUDDIN AHMAD

12
0

PONDOK PESANTREN DARUN NAJIHIN NW BAGIK NYALA
“Amanat Cinta Sang Maulana”
(Edisi 6 Profil Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan)
Inak Amaq Semeton Jari
Silaq serah anakde ngaji
Ndak mbeng rase lai
Sede akhlak sede Budi
Pade belajar ilmu fiqih
Adente tao hukum agame
Ndak Paran dengan pelih
Lamun dengan gawe’ pahale
….
Kutipan tersebut adalah penggalan dari lagu yang ditulis oleh Pendiri Pondok Pesantren Darun Najihin Nahdlatul Wathan Bagik Nyala Desa Montong Beter Kec. Sakra Barat Lombok Timur. Atas restu Sang Guru Besar al-Maghfurulah Maulana Syaikh Pendiri NWDI, NBDI dan organisasi NW, lagu tersebut dinyanyikan di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits NW pada saat itu, sehingga populer sebagai salah satu lagu perjuangan Nahdlatul Wathan dan tertera di buku doa pagi Ma’had DQH NW dan di Al-Barzanji yang disusun oleh pendiri NW.
Pondok Pesantren Darun Najihin Nahdlatul Wathan atau yang populer di sebut Pontren DANA NW didirikan oleh salah seorang murid setia Al-Maghfurulahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Beliau merupakan generasi ke empat Madrasah Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyyah (NWDI), Dialah al-Maghfurulah TGH. Tajuddin Ahmad, sang pencipta lagu yang populer di zaman al-Maghfurulah Maulana Syaikh. TGH. Tajuddin Nur Ahmad merupakan salah seorang alumni madrasah NWDI yang tetap setia di garis perjuangan.
Pada tahun 1953, al-Maghfurulah TGH. Tajuddin Nur Ahmad pulang ke kampung halaman setelah menuntut ilmu di hadapan Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor Lombok Timur. Beliau diperintahkan pulang oleh sang guru untuk mengibarkan panji-panji Islam melalui Nahdlatul Wathan di kampung halamannya. Setelah tinggal di kampung halaman, untuk membimbing masyarakat, beliau mulai mendirikan mushalla yang diberi nama Aala Daud sebagai basis perjuangan. Di sinilah beliau mengajarkan anak anak Al-Qur’an dan membuka majlis ta’lim sebagai tempat menuntut ilmu bagi masyarakat sekitar. Lima tahun setelahnya, pada 1958 beliau mulai mendirikan Madrasah Diniyah.
Pada perkembangannya, melihat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan mulailah beliau berinisiatif untuk mendirikan pondok pesantren. Maka beliau pun menghadap kepada al-Maghfurulah Maulana Syaikh untuk memohon restu untuk mendirikan madrasah sebagai tempat menuntut ilmu bagi masyarakat sekitar. Maka pada sekitar 1988 Pondok Pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala berdiri atas restu dari Sang Guru Besar al-Maghfurulah Maulana Syaikh, beliau juga yang meletakkan batu pertama pembangunan pondok pesantren dan memberikan nama Darun Najihin yang berarti rumahnya para pemenang, rumahnya orang orang yang sukses dan selamat dunia dan akhirat.
Pada awal berdirinya, pondok pesantren ini hanya mengelola lembaga pendidikan formal berupa Madrasah Ibtidaiyah NW dan lembaga non formal berupa madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Panti Asuhan (kini LKSA DANA NW) dan majlis ta’lim. Selanjutnya pada tahun 1991, dibuka juga lembaga formal tingkat SLTP yaitu Madrasah Tsanawiyah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat sekitar pondok pesantren dan yang lainnya.
Pada tahun 1998, mulai juga dibuka lembaga formal setingkat SLTA yaitu Sekolah Menengah Atas Darun Najihin NW (SMA DANA NW) Bagik Nyala. Sekolah ini kemudian menjadi sekolah unggulan pondok pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala.
Berbagai program unggulan dirancang dan diselenggarakan di Pondok Pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala. Dengan fasilitas yang cukup memadai, seperti gedung belajar berlantai tiga, tersedianya Laboratorium Pendidikan (Lab. Komputer, Lab. IPA dan keterampilan), halaman yang asri, fasilitas olahraga, dan tempat parkir yang cukup memadai membuat program-program unggulan tersebut dapat berjalan dan menghasilkan berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik.
Kurikulum yang dikembangkan di pondok pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala adalah kurikulum perpaduan antara kurikulum pendidikan nasional dengan kurikulum pendidikan pondok pesantren secara terpadu. Di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah kurikulum disesuaikan dengan kurikulum Kementerian Agama RI, begitu juga di SMA DANA NW. Meski lembaganya SMA, yang berarti sekolah yang bernaung di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi sehingga kurikulum nya menggunakan kurikulum Dikbud dengan dua peminatan yaitu Peminatan MIA (Matematika dan Ilmu Alam/MIPA) dan Peminatan IIS (Ilmu Ilmu Sosial), namun pada praktiknya kurikulum yang dikembangkan adalah kurikulum pendidikan pondok pesantren yang mengkombinasikan pengetahuan umum dan pengetahuan agama secara proporsional. Kurikulum kepesantrenan dikemas dalam bentuk kajian kitab kuning dan ilmu ilmu agama yang langsung dibina oleh para pakar seperti Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA (Sekjen PBNW), TGH. Khairuddin Rifa’i, QH. (Masyaikh Ma’had DQH NW Anjani), dan TGH. Farid Wajdi, QH., S.Kom.I. (Alumni Madrasah Ash-Shaulatiyyah) serta para asatidz alumni Ma’had DQH NW lainnya.
Adapun program ekstrakurikuler yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala antara lain: Kursus Komputer, Gerakan Pramuka, Drumband, Ekstrakurikuler TIK dan Robotika, Ekstrakurikuler Tari dan Musik Cilokaq, Hadrah (Qasidah), Futsal, Keterampilan Menjahit, Tata Boga dan lain sebagainya.
Sejak didirikan, pondok pesantren ini diketuai oleh pendirinya langsung TGH. Tajuddin Ahmad. Setelah beliau wafat dilanjutkan oleh salah seorang putra beliau yang menamatkan pendidikan di Ma’had DQH NW yaitu TGH. Muktamirin Nur yang wafat pada tahun 2020 lalu. Saat ini pengelolaan dilanjutkan oleh putra beliau yang lain yaitu Ust. H. Muhammad Marjan Nur, M.Pd. sebagai ketua Yayasan Pondok Pesantren Darun Najihin NW Bagik Nyala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here